Radar Pemalang, Jum'at 20 Maret 2009
PEMALANG - Dampak pelaksanaan kampanye belum dirasakan pengemudi angkutan umum. Tidak adanya pengerahan massa dalam jumlah besar ke tempat pelaksanaan kampanye membuat pendapatan pengemudi truk tak bertambah. "Sepi. Sudah tiga hari belum dapat order dari pengurus dan orang partai. Padahal pemilu dulu saya selalu dapat order," Yoso, salah seorang Sopir truk LMY kepada Radar kemarin.
Sapto salah seorang pengurus truk LMY mengatakan, belum ada satu partai pun yang mengajukan pesanan truk. Padahal, pada pemilu sebelumnya, 2-3 hari menjelang kampanye terbuka, ia sudah menerima banyak pesanan.
"Sepertinya gereget kampanye kali ini tidak sebesar pemilu- pemilu sebelumnya. Mungkin karena partainya terlalu banyak dan porsi kampanye lebih banyak diambil oleh caleg," katanya. Sekali mengangkut massa, ia mengaku mendapatkan Rp 300.000 per hari. Meski risikonya besar, Sapto tetap berharap banyak partai yang memesan truk untuk kampanye."Hitung-hitung untuk menambah pendapatan karena setoran harian saat ini tidak terlalu besar," ujarnya.
Sapto menambahkan, selama kampanye berlangsung, ia justru banyak menerima pesanan penempelan stiker caleg di truk miliknya. Namun hal itu ditolak karena kurang menguntungkan.Sepinya permintaan mengangkut massa kampanye juga diakui Sanusi, pengemudi Angkot Pemalang- Petarukan. "Enggak tahu ya, kok kampanye kali ini tidak seramai dulu. Apa calon atau partai enggak punya uang atau malas mengeluarkan uang?" ungkap Sanusi. (tat)
Pemilu 2009
Anti Politisi Busuk
Anti Korupsi
Jangan pilih pemimpin Korup!!
Kamis, 19 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar